Industri Mobil Listrik RI Dapat Menghemat Impor BBM

kendaraan listrik

Pengembangan Mobil Listrik RI pada saat ini terus berjalan. Dengan adanya mobil listrik pemerintah dapat menghemat anggaran pengeluaran untuk impor bbm. Jenis gasolin dan terbangunya infrastruktur pendukung SPKLU untuk ekosistem mobil listrik , Dapat menghemat devisa dari indonesia sebesar US$ 1-2 miliar pertahun nya. Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia , Toto Nugroho menyampaikan hingga saat ini pemerintah masih melakukan impor gasolin 400 ribu barel untuk bahan bakar kendaraan.

Pada saat webinar yang di adakan oleh Universitas Indonesia , ia memberitahukan bahwa ” Hingga saat ini pemerintah kita masih mengimpor gasolin 400 ribu barel untuk bahan bakar kendaraan.” ia melanjutkan pada suatu hal yang strategis pemerintah indonesia dapat memproduksi 600 ribu kendaraan listrik . Dalam pengembangan nya harus di dukung oleh berbagai stakeholder agar saling terintegrasi. Dengan adanya kendaraan listrik juga dapat menekan impor bbm pertahun nya.

Jika di konversikan bahan baku kendaraan konvensional beralih ke kendaraan listrik , Penghematan bakar ini sangat efektif untuk menekan angka impor , dan menghemat anggaran sebesar US$ 1-2 miliar. ” Dengan adanya kendaraan listrik , kita dapat menghemat biaya anggaran untuk impor bbm secara signifikan. Jika kita berhasil konversi dari kendaraan konvensional ke mobil listrik akan dapat saving dana impor bbm sebesar US$ 1-2 miliar”. Saat ini proyek kendaraan listrik masih terus di kebut pemerintah.

Menteri Investasi/Kepala BKPM , Bahlil Lahadalia juga mengatakan tentang pengembangan mobil listrik . pabrik baterai kendaraan listrik akan mulai di lakukan pembangunan nya pada Bulan Juli. Dalam pengembangan mobil listrik ini akan terintegrasi mulai dari hulu hingga komponen baterai jadi. Baterai kendaraan listrik ini akan di dukung oleh berbagai stakeholder mulai dari tambang nikel , perusahaan listrik negara dan bumn . Ekosistem dari mobil listrik rencana nya akan di bentuk LG Group Energy Solution.

Pabrik dari mobil listrik ini direncanakan dapat beroperasi pada tahun 2023 , dan dapat memproduksi baterai kendaraan listrik dengan kapasitas produksi 10 giga watt / jam. ” Untuk tahap pertama dari produksi pabrik baterai kendaraan listrik ini memiliki kapasitas 10 giga watt , dan insyaallah akan segera beroperasi pada tahun 2023.” Ujar Direktur PT Industri Baterai Indonesia . untuk kedepan nya PT Indonesia Battery Corporation menjadi perusahaan bahan baku baterai kendaraan listrik terbesar di asia tenggara.

Kamu bisa mempelajari tentang teknik industri atau bisa memilih berbagai jurusan yang sesuai dengan minat bakat di kampus terbaik semarang

Untuk informasi Mengenai dunia industri yang lainnya bisa di Cek di https://industri.blog.unisbank.ac.id/

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.