Abu Batu Bara jadi bahan baku industri

Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan sebuah sebutan untuk limbah dari abu batu bara. abu batu bara merupakan sebuah potensi baru dalam mengembangkan industri nasional. Dengan adanya demikian maka pemerintah di minta untuk membuat kebijakan tentang petunjuk teknis dalam pemanfaatan FABA ini

Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari memberikan sambutan diruang PWI Pusat serta Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Wiluyo Kusdwiharto di adakan nya acara webinar secara virtual dengan tema ” Mengoptimalkan Manfaat FABA untuk Pembangunan Ekonomi

“Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) memberikan apresiasi untuk mendukung jajaran PWI atas di dapatnya legalitas FABA sebagai limbah yang tidak beracun, sebagaimana sudah di rancang kebijakan nya oleh pemerintah” , ujar Wiluyo Kusdwiharto

Di selenggarakan nya webinar  Forum PWI Jaya Series di karenakan semakin meningkatnya perhatian tentangdi daya limbah dari batu bara itu. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengeluarkan limbah batu bara dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pun telah di tandatangani Presiden Joko Widodo (jokowi).

Peraturan tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Berdasarkan dari lampiran 14 PP Nomor 22 Tahun 2021 menyebutkan bahwa larangan penggunaan limbah dari batu bara telah di hapuskan yaitu fly ash dan bottom ash.

Komisaris Utama PT PT Bukit Pembangkit , Innovative Sri Andini memberikan sebuah tanggapan bahwa di berbagai dunia manapun FABA bukan merupakan kategori limbah B3 , namun di kategorikan sebagai limbah saja. FABA di negara lain di manfaatkan untuk berbagai kebutuhan dengan nilai ekonomi yang tinggi.

material yang terkandung di dalam FABA dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan semen, pembuatan batako, penurunan air asam tambang di PTBA, penggunaan sebagai material pengeras jalan dan pembuatan gipsum.

untuk saat ini penggunaan dari FABA sudah dijalankan sebagai bahan baku semen baturaja dan pembuatan batako. pemanfaatan dari limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) bisa digunakan untuk campuran beton sehingga dapat menghemat anggaran infrastruktur sebesar Rp 4,3 triliun.

FABA dari PLTU dan kegiatan atau industri lainnya yang menggunakan teknologi selain stocker boiler dikategorikan sebagai Limbah Non-B3. dalam hal ini penghasil FABA akan tetap di wajibkan dalam pengelolaan limbah B3 ini , dan tidak boleh mencampurkan bahan apapun ke limbah B3.

limbah FABA telah memenuhi secara persyaratan teknis yang di peruntukkan guna produksi material bangunan , banyak negara telah menggunakan limbah FABA dan dapat memanfaatkan nilai ekonomis bagi warganya.

Untuk informasi Mengenai dunia industri yang lainnya bisa di Cek di https://industri.blog.unisbank.ac.id/

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.